Selasa, 22 Februari 2011

aku, sang mentari, dan sang rembulan

hangatnya sang mentari
mulai terasa...
disaat jiwa yang lemah ini
mulai nyaman dengan dinginnya sang rembulan.

Tak ingin,
sang rembulan terbakar hangatnya sang mentari.

Tak ingin,
sang mentari bersembunyi lagi
dibalik suramnya awan gelap,
menjadi dingin
yang tak sepadan dengan dinginnya sang rembulan.

ya Allah,
jikalau semua ciptaMu telah Engkau takar,
telah Engkau putuskan atas keseimbangan,
maka aku mohon...
jangan sampai kehidupan
aku,
sang mentari,
dan sang rembulan
TERGOYAHKAN.
Amiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar